Tembok berlin kedua di tanah palestina
Sebulan sudah rakyat palestina di jalur gaza menderita di tanah mereka sendiri, tetapi hampir 60 tahun rakyat palestina di jajah oleh kaum zionis yahudi dan pada saat itu pula kaum yahudi memproklamirkan kemerdekaan negaranya israel tanpa di akui secara de jure dan de facto. Selama 60 tahun itu pula rakyat palestina bertahan, bersabar, terhadap keacuhan negara-negara lain yang ada di dunia. Begitu banyak perlawanan yang telah dilakukan oleh rakyat palestina baik itu melalui jalur negoisasi hingga diplomasi, namun di mata dunia palestina adalah tanah yang tak berpenghuni bagi mereka layaknya sebuah tanah yang tidak ada surat-surat yang bersifat legal secara internasional.
Sebuah pertanyaan besar mengganjal pikiran kita pada saat ini, Konflik apakah yang terjadi antara israel dan palestina? Ada sebuah kelompok mengatakan bahwa konflik yang terjadi adalah konflik wilayah. Ada juga yang mengatakan bahwa konflik ini merupakan konflik agama. Kalau menurut saya pribadi, konflik yang terjadi adalah konflik agama dan konflik wilayah. Hal ini tertera pada kitab mereka dan tentunya sebagai alasan tentang konflik Israel dan Palestina. Di kitab tersebut menjelaskan bahwa mereka kaum yahudi di janjikan tanah yang luas dan subur, yang mana tanah tersebut berada di sebuah negara yang bernama Palestina. Di dalam kitab mereka juga mengatakan bahwa mereka adalah kaum yang diakui, sedangkan kaum-kaum yang lain adalah kaum yang pantas di pandang sebagai babi, anjing dan lainnya. Nah, jika mereka menginginkan tanah yang telah di sahkan sebagai hak milik palestina, tentunya kaum yahudi melakukan sebuah invasi atau pencaplokan wilayah dan menganggap itu adalah wilayah mereka. Islam memandang hal ini sebagai penyerangan terhadap kaum muslimin, karena tanah tersebut adalah tanah orang muslim palestina.
Jika kita kaji kembali bahwa negara israel yang di motori oleh kaum yahudi yang terkenal tamak dan haus akan kekuasaan merupakan bangsa yang tidak mempunyai tanah, mereka tidak di sukai, di kenal dan bahkan tidak di akui keadaannya di muka bumi ini. Di dalam Islam bangsa yahudi atau yang lebih di kenal dengan istilah bani israil merupakan kaum yang telah di asingkan oleh mesir, yakni oleh fir`aun. Mereka tidak di akui oleh fir`aun dan bahkan di jadikan budak oleh fir`aun sendiri dan kaum yahudi ini malah di jadikan sebuah bahan ejekan oleh para penguasa istana pada zaman fir`aun. Pada saat perang dunia ke dua dimana pada saat itu kaum yahudi terpencar di seluruh penjuru dunia tak terkecuali di benua Amerika, Eropa dan bahkan hingga ke Asia. Pada saat Adolf Hitler berkuasa di jerman, orang-orang yahudi di asingkan, di penjarakan, di jadikan budak dan bahkan di bunuh secara mengenaskan oleh tentara-tentara hitler. Tentunya kita bertanya-tanya akan mengapa kaum yahudi tidak pernah di terima di negara-negara dunia pada saat itu?
Pertanyaan itu merupakan teka-teki yang besar tentang keberadaan bangsa yahudi, jika kita lihat sejarah pada saat kaum yahudi di selamatkan nabi musa dari kejaran tentara fir`aun, kaum yahudi sangat bergantung sekali kepada nabi Musa AS. Sehingga mereka benar-benar menganggap bahwa nabi Musa merupakan utusan Allah SWT. Tetapi, apa yang terjadi pada saat mereka telah di selamatkan oleh nabi Musa AS? Mereka kembali kepada keyakinan mereka, kebudayaan mereka yang terdahulu. Hal ini membuat kita sebagai umat Rasullullah SAW seakan-akan kita telah di khianati oleh kaum yahudi, dimana nabi Musa AS adalah nabi sebelum Rasullullah SAW. Dari hal ini, tentunya kita dapat mengetahui bahwa kaum yahudi merupakan kaum yang tidak bisa di percaya. Mereka adalah kaum yang munafik, selalu mengkhianati semua orang. Sehingga muncul 10 perintah tuhan, yang oleh dunia lebih dikenal dengan istilah “ the Ten Commandoes “. Hal ini juga tampak pada kehidupan nyata pada saat perundingan-perundingan yang telah dilakukan untuk menciptakan perdamaian di tanah palestina.
Jika kita lihat dari peristiwa holocaust yang terkenal tersebut, dimana terjadi peristiwa yang memilukan terhadap bangsa yahudi. Bangsa yahudi yang berada di jerman telah di asingkan, di perbudak, di siksa dan bahkan di bunuh secara massal. Mengapa demikian? Hitler menganggap bahwa ras Arya, yang pada saat itu menurutnya ras yang paling berkuasa menganggap bahwa bangsa yahudi wajib di bunuh karena bangsa yahudi merupakan ras yang paling terbelakang. Atas prinsip tersebutlah seorang Adolf Hitler membunuh mereka semua.
Sejarah tentang kaum yahudi tampaknya telah meyakinkan kita bahwa orang-orang yahudi memiliki sifat khianat, jadi wajarlah jika bangsa yahudi tidak di sukai oleh orang-orang yang ada di dunia. Sebagai contoh, pada saat terbentuknya negara Zionist israel, rakyat palestina tidak menggangu gugat. Rakyat palestina hanya ingin hidup berdampingan dengan aman, tenteram dan damai. Namun apa yang terjadi sekarang? Yang dahulunya tanah israel hanya berada sekitar 1 % dari tanah palestina, sekarang hampir 90 % tanah palestina mereka kuasai dan bahkan dataran tinggi sinai yang merupakan wilayah mesir mau mereka rebut. Jadi, benar bahwa bangsa yahudi adalah bangsa yang suka mengkhianati orang lain.
Karena merasa di khianati, bangsa palestina tidak tinggal diam akan hal tersebut. Mulai dari tua hingga yang muda, pria dan wanita, hingga anak-anak juga tidak mau ketinggalan dalam hal mempertahankan tanah air mereka. Layaknya kita bangsa Indonesia yang telah di khianati oleh bangsa belanda dan di jajah pula oleh mereka, tentunya kita semua mempunyai prinsip merdeka atau mati. Oleh karena itu, rakyat palestina mengambil langkah-langkah secara diplomatis, dengan meminta bantuan kepada negara-negara islam yang berada di timur tengah. Seperti Arab Saudi, Iran, Kuwait, Qatar dan negara arab lainnya, dan bahkan Indonesia juga turut ikut campur dalam hal tersebut.
Ketika rakyat palestina sedang melakukan usaha tersebut, israel mulai mengambil langkah-langkah yang membuat mata dunia menjadi gusar dan kesal terhadap zionis israel. Mereka membangun tembok-tembok besar di sekitar perbatasanyang di lengkapi dengan persenjataan modern. Mereka juga membongkar Masjidil Aqso di jerussalem dengan iming-iming bahwa telah di gali terowongan-terowongan yang langsung mempunyai akses ke mesir. Bagaimana tidak rakyat palestina menggali terowongan untuk kelangsungan hidup mereka. Jika mereka ingin mendapat supply makanan hanya ada 3 jalur yang ada, melalui pelabuhan laut merah, melalui israel dan melalui perbatasan mesir. Tetapi, semua itu telah di jaga ketat oleh israel.
Langkah-langkah yang telah di lakukan israel tentang pembangunan tembok pengaman di sekitar perbatasan antara israel dan palestina tentunya mengingatkan kita tentang tembok berlin yang berada di jerman. Dimana tembok tersebut juga di dirikan untuk memisah 2 negara antara jerman barat dan jerman timur. Pada tahun 1990an tembok itu runtuh, tembok tersebut di hancurkan oleh pemuda-pemuda jerman yang menginginkan persatuan negara jerman. Para pemuda tersebut menginginkan penyatuan negara jerman. Lain halnya jika di Palestina, jika di palestina tembok tersebut di dirikan untuk memisahkan antara Palestina dan Zionis Israel, ada sebuah tembok pemisah di antara rakyat palestina.
Hamas dan Fatah, adalah 2 partai besar yang ada di palestina. Hingga saat ini Hamas dan Fatah mempunyai latar belakang perjuangan yang berbeda dan seharusnya mereka berjuang bersama-sama melawan penjajahan yang dilakukan oleh israel. Tetapi, karena cara perjuangan yang berbeda tersebut, hamas dan fatah memiliki perbedaan ideologi. Hamas tidak menyetujui perdamaian yang pro Amerika, sedangkan fatah sendiri sebaliknya, mereka seolah-olah patuh -terhadap kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Amerika terhadap konflik ini.
Tentunya rakyat palestina menginginkan negara mereka merdeka, mereka hanya ingin negara zionis israel angkat kaki dari tanah mereka. Mereka hanya ingin hidup berdampingan layaknya orang-orang yang ada di belahan dunia manapun. Anak-anak menginginkah kehidupan bermain seperti biasanya, tidak ada suara peluru ataupun bom-bom mortir yang jatuh ke rumah mereka. Para orang tua di palestina juga menginginkan keadaan ketika mereka bangun pagi tampak embun pagi yang menetes tanpa di ikuti oleh dentuman-dentuman peluru, lemparan mortir yang diakibatkan oleh konflik ini
Lengkingan suara vokalis band asal jerman, Scorpion. Tentu anda pasti tau bagaimana suaranya yang mengesankan, dengan suara khas tersebut Band ini menyuarakan angin perubahan tentang persatuan dan perdamaian yang ada di dunia. Melalui lagi wind of change Scorpion menginginkan perdamaian bukan hanya di jerman dan Palestina dan bahkan di seluruh dunia.
Kamis, 30 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar