Selasa, 16 Juni 2009

Tolak Undang Undang BHP


Mestinya, sebuah undang undang baru menghadirkan refleksi yang positif pada praksisnya. Apalagi undang undang tersebut berbicara tentang masalah pendidikan. Hal itu juga menjadi sebuah nilai tambah apabila undang undang tersebut berlaku secara universal bukan untuk kepentingan kelompok semata. Akan tetapi, kita juga harus menyadari bahwa undang undang bukanlah salah satu faktor penggerak dalam mencapai tujuan ataupun menyelesaikan masalah tersebut. Masih ada Buku pedoman, pengelolaaan universitas, administrasi, biaya, dosen, peranan orang tua, mahasiswa itu sendiri, dan bahkan fasilitas-fasilitas pendukung yang akan menunjang kegiatan belajar mengajar di kampus tersebut.
Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa selalu terjadi sebuah kesenjangan antara undang undang yang di rencanakan atau di idealkan dalam pelaksanaanya di lapangan. Indonesia baru-baru ini mengeluarkan sebuah undang undang BHP, atau lebih tepatnya undang undang yang akan mengubah sebuah universitas negeri menjadi sebuah universitas yang bersifat swasta. Kecenderungan undang undang ini lebih mengutamakan pencarian sebuah dana ataupun biaya secara sendiri tanpa meminta dana dari pihak pemerintah. Hal ini di laksanakan agar pihak universitas lebih cenderung mandiri tanpa meminta bantuan sepeser pun pada pemerintah.
Penerapan undang undang ini mengundang berbagai macam pertanyaan, ada sekelompok orang yang setuju dengan undang undang ini dengan alasan agar pihak universitas lebih mandiri, ada pula yang tidak setuju dengan undang undang ini dengan dalih pendapatan universitas akan di alihkan dalam kenaikan uang kuliah atau uang semester. Efektifitas dari undang undang ini lebih cenderung kea rah dana yang akan di gunakan. Sehingga banyak yang perlu di benahi, baik itu untuk pengeluaran berupa biaya pembangunan fasilitas, penambahan gaji para dosen maupun biaya administrasi lainnya.
Nah, apabila itu terjadi, pihak universitas dapat mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bukan hanya dapat menguras kantong mahasiswa dan orang tuanya serta dapat menguras otak mahasiswa tersebut. Konsekuensi terburuknya adalah uang kuliah/semester tersebut yang di keluarkan oleh mahasiswa itu sendiri tidak sebanding dengan hasil yang ia nikmati. Akhirnya masalah tersebut selalu berkutat dalam hal itu. Tentunya sebagian orang masih berpikir, walaupun uang biaya kuliah besar dan hasil yang di dapatkan itu tidak sebanding, kita harus meraih cita-cita. Memang pemikiran tersebut sangat baik, namun yang menjadi pertanyaan sampai berapa lama hal ini akan terjadi? Jika hal tersebut terjadi begitu lama, artinya kita sebagai seorang mahasiswa telah di peralat oleh pihak tersebut.
Oleh karena itu, saya mengajak anda semua yang membaca artikel ini untuk tidak setuju dengan undang undang yang dapat membuat calon-calon penerus bangsa ini menguras otak untuk membiayai kuliahnya sehingga tidak fokus dalam mengejar cita-cita.

Kebudayaan buruk yang terjadi antara Orang tua dan Anak


Membentak anak (oleh orang tua) dan dibentak oleh anak (terhadap orang tua)

Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita mengetahui bagaimana cara sepasang orang tua dalam mendidik anaknya, salah satunya tentang ketegasan orang tua dalam hal mendidiknya. Sebagian orang tua mengimplementasikan sifat tegas dan disiplinnya dalam suara yang keras, ini terlihat pada menyuruh si anak dengan suara keras (membentak) dan dalam peristiwa lain ada sebuah keluarga dengan orang tua yang tidak dapat menyalurkan pribadi tegas dan disiplinnya terhadap anaknya sehingga anak tersebut dapat membentak si orang tua karena hal-hal tertentu. Tentunya kita ketahui bahwa keadaan dalam posisi membentak anak dapat membuat si anak merasa tertekan sehingga si anak akan tumbuh menjadi seorang anak dengan sifat temperament, tertutup, dan minder. Sedangkan pada posisi si orang tua yang di bentak oleh si anak akan membuat sebuah keadaan yang membuat si orang tua merasa tertekan dan ini dapat menjurus kepada kepribadian anak yang manja. Oleh karena itu, para orang tua di tuntut untuk menjadi bijaksana dalam menyikapi hal ini.

Salah dalam menyikapi kesalahan si anak

Seringkali orang tua baru bertindak ketika kesalahan telah dilakukan oleh anak. Bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi. Tetapi si orang tua lebih bersikap menyalahkan si anak sehingga si anak merasa bosan dengan keadaan yang selalu di kambinghitamkan. Sikap orang tua tersebut seperti polisi menghadapi penjahat. Sebaliknya, orang tua sering lupa untuk memberikan perhatian positif ketika anak mandi tepat waktu, menghabiskan susu dan makanannya, serta memberesi mainannya. Padahal seharusnya, antara perhatian positif dengan perhatian negatif harus seimbang.

PENGARUH TERHADAP ANAK

Anak-anak yang sering diberi perhatian negatif, apalagi dengan teguran keras atau bentakan, akan mudah tertekan jiwanya. Kemungkinan ia bisa berkembang menjadi anak yang:

- Minder

Bila anak selalu dicela dan dibentak, dan bahkan si orang tua tidak memberikan sebuah hal yang bersifat mendukung ketika ia melakukan kebaikan, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri atau minder. Timbul sebuah sifat dalam jiwanya bahwa ia hanyalah anak yang selalu melakukan kesalahan, tidak pernah bisa berbuat kebaikan atau menyenangkan orang lain. Hal ini mengakibatkan si anak merasa tidak berguna di mata orang tuanya. Misalnya, ia jadi tidak pede untuk mengaji atau membaca Al-Quran, gara-gara orang tuanya selalu membentaknya bila mendengar bacaannya salah.
-Cuek/ tidak peduli

Sifat cuek/ tidak peduli berkembang setelah sifat minder tersebut sehingga ia hanya peduli terhadap dirinya sendiri. Alasannya karena sudah terlalu sering menerima bentakan, ia malah jadi apatis, tidak peduli. Ia pun sering mengabaikan nasihat orang tuanya.

- Tertutup

Ya, anak menjadi takut pada orang tuanya sendiri ketika si orang tua dengan kemarahan yang sangat tinggi membentak si anak sehingga ia tumbuh menjadi pribadi yang tertutup. Ia tak pernah mau berbagi cerita dengan orang tuanya. Buat apa peduli toh kalau nanti aku juga yang disalahkan? Sehingga komunikasi yang terjadi antara si anak dan orang tua akan terputus.

- Pemberontak/ penentang

Tidak peduli dan tertutup mengakibatkan si anak tidak mau care terhadap kondisi lingkungannya, bukan hanya lingkungan tempat tinggal melainkan lingkungan keluarga. Si anak akan melawan orang tuanya karena di selalu di bentak oleh orang tuanya.

- Pemarah, temperamental dan suka membentak

Perlu kita ketahui bahwa masa kanak-kanak adalah masa pembentukan kepribadian si anak. Si anak akan mencontoh orang tuanya karena menurutnya orang tua nya selalu benar karena dia selalu disalahkan dan dibentak oleh orang tuanya. Apabila sikap orang tuanya pemarah, temperament, dan suka membentak, maka si anak akan mengikuti sifat orang tuanya itu.

BAGAIMANA MENUMBUHKAN KEPATUHAN?

Setelah jelas bila bentakan tidak efektif untuk menumbuhkan kepatuhan, bahkan berpengaruh negatif bagi kepribadian anak, lalu bagaimanakah cara yang baik untuk menumbuhkan kepatuhan

- Beri penjelasan pada anak
Penjelasan terhadap anak sangat di perlukan oleh setiap orang tua karena dengan adanya penjelasan yang di berikan oleh orang tua terhadap si anak akan membuat sebuah komunikasi yang baik, namun orang tua juga di tuntut untuk tidak terlalu lembut dalam hal ini karena jika terlalu lembek, si anak akan menganggap itu semua hanya angin lalu saja.

- Perintahkan sebatas kemampuannya

Orang tua juga harus mengetahui kemampuan si anak sehingga orang tua dapat memberikan sebuah amanah yang mampu di kerjakan si anak, disini orang tua juga berperan sebagai supporter untuk si anak.

- Tidak berdusta atau menakut-nakuti

Terkadang apa yang di katakan oleh orang tua menjadi tumpuan si anak dalam melakukan sesuatu, namun apabila si orang tua menakut-nakuti si anak dalam melakukan sesuatu ini sama saja dengan tidak mendukung kegiatan si anak. Oleh karena itu, orang tua di tuntut untuk tidak berdusta atau menakut-nakuti si anak.

- Jangan bertentangan dengan naluri anak

Gharizah atau naluri adalah kekuatan terpendam dalam diri manusia yang mendorongnya untuk melakukan beberapa pekerjaan tanpa berlatih terlebih dahulu. Janganlah orang tua melarang anak bermain, atau membongkar dan memasang sesuatu. Jangan pula melanggar kebiasaan anak kalau tidak ingin mereka menggunakan jerit tangis sebagai senjatanya. Lebih baik gharizah itu diarahkan sedemikian rupa sehingga anak bisa meng

Rabu, 13 Mei 2009

HIdup Mahasiswa

Mahasiswa sekarang sudah menjadi ikon yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat
ditambah lagi dengan keberadaan zaman yang telah membuat
orang tua dan semua orang menjadi serba edan.
Disinilah seorang mahasiswa sejati yang akan menjadi solution maker....!
bukan sebagai trouble maker(kadang2 seh)
ok boz..........
idup mahasiswa
idup mahasiswa

main2, demo, boleh
asalkan buku and sarjana dapat diraih

Senin, 04 Mei 2009

Pancasila sebagai tujuan bangsa Indonesia

Suatu kebudayaan dapat diartikan sebagai cara berpikir dan cara merasa, yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan sekelompok manusia yang membentuk kesatuan social dalam suatu ruang dan suatu waktu. Kebudayaan Indonesia itu sendiri dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan/ adat istiadat daerah yang telah ada sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seluruh kebudayaan daerah tersebut yang merupakan kekayaan Indonesia telah menjadikan Indonesia sebagai Negara dengan tingkat perbedaan dan keanekaragamaan budaya yang tinggi. Hal ini tentunya membuat kita menjadi bangga menjadi seorang warga Negara Indonesia.
Dengan demikian kebudayaan itu meliputi seluruh unsur kehidupan manusia dan bahkan menjadi sebuah gaya hidup ( lifestyle ) manusia.

Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam pada dasarnya adalah percampuran budaya antara Hindu, Buddha, Tionghoa, Arab. Hal ini tampak dari latar belakang sejarah Indonesia yang di mulai dari abad ke 5 pada masa kerajaan kutai yang bercorak kerajaan Hindu kemudian di susul dengan agama Buddha yang juga memberikan sebuah peran terhadap kebudayaan Indonesia dalam berbagai hal, baik itu dalam system pemerintahan, pola pikir, kehidupan sosial budaya dalam bermasyarakat.
Munculnya islam pada tonggak baru kebudayaan Indonesia juga membuat sebuah arus dinamika yang sangat berkesan dan bahkan memberi sebuah kebudayaan yang bersifat dinamis dan terbuka terhadap kebudayaan yang lambat laun muncul seiring dengan berkembangnya zaman. Kebudayaan Hindu yang memberikan sebuah pola pikir masyarakat dalam hal pembagian kasta-kasta ditentang oleh budaya Buddha. Tetapi kebudayaan yang di bawa oleh agama Buddha tersebut langsung di tentang oleh Islam dalam hal keagamaan.

Oleh karena latar belakang tersebutlah maka banyak budaya-budaya Hindu, Buddha dan Islam di Indonesia yang telah banyak berkembang di Indonesia. Dapat kita lihat pada kebudayaan wayang, alat musik, tari-tarian dan upacara-upacara yang ada.
Dalam kehidupan berbudaya bangsa Indonesia, kebudayaan itu sendiri di bentuk oleh dari tingkah laku masyarakat pada masa terdahulu, ini berarti bersumber dari adat istiadat yang dibentuk oleh nenek moyang Bangsa Indonesia. Adat tersebut di susun oleh nenek moyang Bangsa Indonesia sesuai dengan keadaan dan cara berpikir masyarakat pada masa itu.
Agama adalah puncak dari kebudayaan Indonesia. Kebudayaang tersebut sangat melekat dalam jati diri setiap warga Negara Indonesia. Seiring dengan berkembangnya zaman telah begitu banyak kebudayaang yang telah bermunculan di Indonesia. Kebudayaan komunis yang diimplementasikan dalam hal berkehidupan materialis yang memandang materi lebih berharga dari pada nilai-nilai rohaniah dan begitu juga dengan kebudayaan liberal yang juga mengaanggap materi lebih luas cakupannya dari pada nilai-nilai rohaniah.

Kedua kebudayaan tersebut telah mempengaruhi pola pikir masyarakat Indonesia pada saat ini. Padahal sejak Negara ini merdeka pada tahun 1945, Pancasila sebagai ideologi Negara ini telah mengatur dan mengendalikan kehidupan Republik Indonesia. Dalam Negara ini hidup sebuah bangsa yang besar dan berlandaskan oleh Pancasila.
Kebudayaan yang diatur dalam Pancasila ini lah yang merupakan kebudayaan Bangsa Indonesia dalam berkehidupan dan bermasyarakat. Pancasila mengajarkan kita untuk menjunjung tinggi ketuhanan, berperilaku sebagai seorang manusia yang beradab, memiliki sifat cinta tanah air, menyelesaikan suatu masalah dengan bermusyawarah, dan mendapatkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan demikian Pancasila sebagai kebudayaan juga dapat sebagai sebuah kebudayaan yang juga menyangkut cita-cita bangsa Indonesia yang harus di raih dan pancasila juga menjadi sebuah tujuan hidup bagi masyarakat Indonesia.

Kamis, 30 April 2009

Standarisasi pada sebuah lembaga pendidikan di Sumatera Utara

Pendidikan adalah sebuah hak yang kita dapat dari pemerintah. Dalam pasal 30, terdapat bahwa setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan. Artinya seluruh warga Negara Indonesia dari sabang hingga merauke tidak peduli dia kaya atau miskin, tidak peduli dia anak pejabat atau tidak, tidak peduli dia tinggal dimana atau dari mana ia berasal, ia tetap mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan, pengajaran, dan pelatihan. Salah satu tujuan mengapa warga Negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan adalah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia. Negara berkembang seperti Indonesia sangat memerlukan sebuah pendidikan yang bersifat universal, dimana hal ini akan mendukung pembangunan semua infrastruktur pendidikan yang ada di seluruh kawasan Indonesia. Setiap tahunnya, 20% dari anggaran perbelanjaan Negara di gunakan di dalam pembangunan pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Lembaga pendidikan di Indonesia dimulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah dasar (SMA), hingga ke jenjang yang lebih tinggi yakni perguruan tinggi atau Universitas. Di kawasan Asia Tenggara Indonesia berada pada level yang rendah di bidang pendidikan. Indonesia kalah jauh di bandingkan dengan Negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan bahkan Vietnam. Alasan-alasan yang timbul akibat kemunduran pendidikan di Indonesia hanya ada sebuah masalah besar yang tidak pernah terselesaikan yakni masalah anggaran pendidikan. Kita sudah paham betul bahwa, pendidikan itu merupakan sebuah keutamaan bagi kita sebagai seorang manusia. Pendidikan adalah jalan kita untuk menghadapi apa artinya hidup.
Seperti kita ketahui pembangunan pendidikan di Indonesia tidaklah berkembang pesat, tidak ada pembangunan yang merata dalam dunia pendidikan. Adanya sebuah sistem diskriminasi antara sebuah provinsi terhadap provinsi lain yang mengakibatkan begitu banyak perbedaan, hal ini juga yang dapat membangkitkan sikap akan lebih menuju ke dalam sebuah kelompok. Tetapi hal ini juga tidak sedikipun menyurutkan semangat berjuang untuk melawan hidup melalui pendidikan yang tertanam dalam semua jiwa anak-anak Indonesia. Dengan jiwa semangat patriotisme, para generasi bangsa ingin membangun Negara ini yang telah jatuh karena begitu banyak masalah yang timbul baik dari dalam maupun dari luar negeri ini.
Pendidikan yang ada di Indonesia pun terbagi atas 3 wilayah, yakni wilayah I yang mencakup Pulau Sumatera dan sebagian provinsi di Pulau Jawa, kemudian wilayah II yang di mulai dari Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan dan Sulawesi, dan yang terakhir meliputi Maluku dan Papua yang termasuk dalam wilayah ke III. Di Sumatera sendiri ada beberapa universitas – universitas yang mempunyai nama sempat terdengar di seantero wilayah ASEAN dan bahkan hingga ke benua Asia dan Australia dan mulai merambah ke benua biru Eropa dan ke penjuru dunia. Mulai dari, Unsyiah, USU, Unsri, Unri dan masih banyak lagi
USU, universitas yang terletak di kota medan ini mempunyai berbagai macam program studi yang hamper semua program studinya memiliki predikat A maupun B. Sehingga Menurut data yang diperoleh pada bulan februari tahun 2008 kemarin menempatkan universitas nomor satu di Sumatera Utara ini pada 10 besar, peringkat ini di buat oleh sebuah majalah terkenal di asia, yakni majalah Globe Asia pada edisi bulan februari tahun kemarin. Hal ini, membuat saya bingung sebagai salah satu mahasiswa USU. USU yang mempunyai peringkat 10 besar di Indonesia tidak mempunyai keadaan fasilitas yang layak untuk sebuah universitas bertaraf nasional dan bahkan internasional. Saya tidak tahu bagaimana cara penilaian sebuah majalah Globe Asia dalam hal menunjuk USU mempunyai sebuah standar dan cocok untuk di letakkan di peringkat 10 besar Indonesia.
Mungkin pada saat itu Majalah Globe Asia merating Universitas Sumatera Utara dilakukan dengan berbagai cara ataupun melalui sudut pandang yang lain. Bisa saja, Majalah Globe Asia tersebut menilai dari minat masyarakat terhadap fakultas yang ada di USU, seperti Fakultas Kedokteran, Teknik, MIPA, Pertanian atau pun fakultas lainnya. Atau yang lebih meyakinkan lagi Majalah Globe Asia merating sebuah Fakultas di USU yang mempunyai uang kuliah yang lebih tinggi di antara fakultas lainnya, ketentuannya semakin besar uang yang dihasilkan oleh setiap fakultas semakin besar pula penetapan skornya. Tetapi, sebuah penilaiaan bukan di lihat dari per individu. Melainkan dari per kelompok atau dalam kasus ini haruslah di nilai dari kriteria sebuah Perguruan Tinggi secara nasional maupun internasional. Seharusnya, setiap Universitas di haruskan melakukan sebuah standarisasi yang di nilai dan dilakuakan setiap tahunnya oleh Badan Akreditasi Nasional melalui Departemen Pendidikan Nasional.
Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institute teknologi bandung adalah sederetan universitas terbaik yang di miliki bangsa ini, setiap bangunan yang ada di universitas ini tidak menyalahi aturan-aturan dalam arsitekur dan mempunyai sebuah kesan yang khas yang membedakan antara fakultas yang lain dan di lengkapi juga dengan fasilitas-fasilitas yang modern dan tentunya sangat up to date. Laboratorium di lengkapi dengan alat-alat yang baik, keadaan laboratorium yang sangat menyenangkan, ruangan kelas yang memadai membuat mahasiswa betah untuk belajar.
Tempat duduk yang di tata bertingkat sehingga tidak menimbulkan sebuah kesan yang di posisi depan lah orang yang dapat menguasai materi yang di berikan oleh sang dosen. Dan mungkin, ruangannya di lengkapi dengan berbagai macam fasilitas berupa infocus, proyektor yang dapat membantu proses belajar mengajar lebih menyenangkan. Sebuah keadaan yang sangat di impikan oleh semua mahasiswa untuk belajar.
Secara keseluruhan ada beberapa fakultas di USU yang tidak memiliki fasilitas yang layak untuk sebuah lembaga pendidikan, apalagi tingkat tertinggi. Fakultas MIPA, Teknik, Pertanian, dan Fakultas Sastra. Saya melihat gedung-gedung untuk belajar di fakultas ini tidak mempunyai sebuah standar yang layak untuk melalukan kegiatan belajar dan mengaja. Ruangan kelas yang jorok, jelek, tidak rapi, tidak ada yang namanya alat-alat teknologi seperti infocus, proyektor, layar, yang ada hanya sebuah papan tulis hitam dan white board yang kusam. Ruangan kelas pun tidak mempunyai sebuah jendela yang cocok untuk sebuah kelas, sesuai dengan hati lintang yang melihat ruangan kelasnya yang tidak layak untuk sebuah Sekolah Dasar, begitu juga dengan ruangan kelas saya di kampus yang tidak layak menjadi sebuah kelas di sebuah universitas yang bertaraf internasional dan bahkan pernah mendapat posisi 10 besar nasional. Saya pribadi yang merupakan mahasiswa Fakultas MIPA khususnya di jurusan FISIKA tidak mempunyai sebuah minat belajar sebagai seorang mahasiswa. Keadaan kampus yang terkesan tidak terurus, jorok, kuno, dan terkesan tidak di perdulikan oleh semua orang. Dan bahkan Ibu saya tidak percaya melihat kampus saya pada saat beliau mengantar saya ke kampus.
Laksana sebuah kampus yang tidak memenuhi standar pendidikan, kampus kami tak bisa dideskripsikan menjadi sebuah kampus yang sesuai dengan keinginan hati para calon mahasiswanya. Gedung yang baik, bercorak ilmu pengetahuan, lengkap dengan gaya arsitektur modern yang canggih dimana di setiap sudut dindingnya dilengkapi dengan sebuah peradaban teknologi modern yang dikontrol oleh sebuah sistem yang lengkap. Ruang kelas yang di lengkapi dengan berbagai macam perna-pernik tentang ilmu pengetahuan merupakan impian seorang manusia yang beranjak dari sekolah menengah umumnya ke pendidikan yang lebih tinggi.
Kampus kami ini tak di jaga karena tidak ada benda yang layak di curi, yang ada hanya bangku-bangku yang terbuat dari kayu yang telah berumur 10 tahun lebih dan 2 buah papan tulis hitam dan putih dan itupun telah kotor karena telah terkena percikan-percikan cat air sewaktu mencat kelas kami bertahun-tahun yang lalu. Satu-satunya penanda yang membuktikan bahwa gedung tersebut adalah gedung mahasiswa MIPA jurusan Fisika hanyalah sebuah papan pengumuman yang terletak tepat di depan ruang masuk atau lobby yang merupakan istilah yang sering di ucapkan oleh orang-orang yang tingkat ekonominya menengah ke atas. Sering terlihat pengumuman tentang informasi jurusan fisika ataupun terkadang di tempel lah sebuah kertas yang berisikan ‘dibuka pendaftaran bagi asisten lab fisika lanjutan’.
Jika dilihat dari jauh, keadaan kampus kami tidak ada bergaya arsitektur manapun. Jendela yang tidak pernah dikunci yang dapat dilalui oleh berbagai macam fauna yang hidup bersosialisasi dengan manusia, tapi buat apa dikunci karena tidak ada satupun barang berharga yang ada di gedung kampus kami. Kampus kami lebih layak bila dikatakan dengan rumah susun yang terletak di kawasan kumuh dimana-mana rumput ilalang tumbuh dengan bebas layaknya untaian-untaian rambut yang panjang yang tak teratur berwarna pudar dan diterpa angin sayup-sayup bergelombang. Jika memasuki ruangan kelas dan bahkan gedung jurusan FISIKA anda tidak akan merasakan sebuah hawa kampus melainkan sebuah perasaan kaget, tercengang, shock dan bahkan tidak percaya bahwa gedung yang anda masuki adalah sebuah gedung pendidikan.
Berbeda dengan keadaan kampus yang ada di fakultas kedokteran, psikologi, ekonomi, hokum, dan ilmu social dan politik. Terjadi sebuah keadaan yang sangat terkesan berbeda. Bagaikan langit dan bumi, jauh jarak yang memisahkan antara 2 benda tersebut, begitu juga dengan fakultas MIPA dengan fakultas kedokteran. Terjadi fenomena yang sangat signifikan, dimana fasilitas yang ada di fakultas tersebut jauh lebih lengkap dan modern dari pada fasilitas yang ada di fakultas kedokteran, psikologi, ekonomi, hukum dan FISIP.
Kawasan ke-5 fakultas ini menjunjung tinggi nilai keindahan dan arsitektur. Jajaran pohon bersemayam menjatuhkan daun-daun kuning di atas kap-kap mobil mahal yang berbaris-baris membentuk sebuah barisan. Di sana, gedung-gedung memiliki jendela-jendela yang lebar, tinggi, dan bersih. Di dalamnya di lengkapi dengan semua benda yang di butuhkan untuk memulai prose belajar dan mengajar yang sangat menyenangkan. Pada fakultas kedokteran setiap bangunan di lengkapi dengan sebuah air conditioner yang baik, sehingga membuat keadaan yang tenteram dan membuat hati mahasiswa tenang dan damai untuk mendengar pengajaran dari sang dosen, tidak peduli dengan hiruk pikuk keadaan di luar kelas yang apabila telah selesai belajar akan timbul suasana yang sama seperti pasar.
Universitas Sumatera Utara sangatlah makmur tetapi universitas ini seperti mengasingkan diri dari semua universitas yang ada di tanah Sumatera. Pada abad ke 19 USU sangat terkenal hingga ke daratan eropa. Banyak sekali dosen-dosen dari luar negeri yang mau mengajar. Namun, pada akhir abad ke 19 terjadi sebuah kebudayaan yang mulai hidup dalam kepribadian sosiologi yang sifatnya mencerminkan sebuah perbedaan yang sangat mencolok. Memang secara langsung tidak terjadi di lingkungan universitas, tapi itu semua tampak pada semua fasilitas yang di berikan pihak biro rektor terhadap fakultas-fakultas yang ada di Universitas.
Kesan yang mendalam tertinggal di dalam lubuk hati kami para mahasiswa baru angkatan 2008 yang pada saat hari pertama masuk ke kampus yakni bangga menjadi seorang Mahasiswa sains apalagi di bidang FISIKA. Sewaktu di sekolah menengah kami tercengang dan bahkan terkagum akan kata-kata seorang jenius berkebangsaan inggris, Sir Issac Newton yang mengatakan ‘….and to every action there is always an equal and opposite or contrary, reaction….’ Yang setelah aku pandai berbahasa inggris mempunyai arti sebuah kalimat yang sangat sesuai dalam menjalani hidup- ‘dimana ada aksi pasti ada reaksi yang arahnya berlawanan’. Namun, itu semua sirna ketika kami menuju ke lokasi gedung yang akan di jadikan tempat beraktivitas, tempat bercengkrama dengan teman-teman, tempat kami untuk menemukan sebuah ide-ide baru.
Pada saat yang senggang kami duduk dan berangan-angan sejenak sembari mengeluh sesuatu di dalam otak kami, kami sering merasa malu dan bahkan merasa ada sebuah ketidakadilan terjadi kepada kami. Kami bertanya-tanya dalam hati, mengapa keadaan kampus kami tak seperti kampus-kampus lain yang ada fakultas-fakultas lain ataupun kampus-kampus yang ada di pulau jawa ataupun yang mempunyai keadaan yang lebih membuat kami merasa senang dan merasa bahagia di lingkungan yang akademis. Namun, jika kita ingat kembali film ‘laskar pelangi’ yang keadaan lingkungan akademisnya ratusan dan bahkan ribuan kali lebih bobrok, dengan keadaan kelas yang bila jika di senggol sedikit saja oleh kambing yang ingin kawin bisa rubuh berantakan, tetapi 10 orang murid sekolah muhammadiyah tersebut tetap senang dalam mengahadapi situasi seperti itu, tetap gembira, tetap belajar dengan semangat tanpa menghiraukan keadaan yang menerpa mereka dan ketika bung karno yang di buang dan di asingkan ke sebuah daerah yang jauh ntah di mana, di masukkan ke penjara yang kelam dan gelap dengan kesan yang menakutkan dan mistis tetapi beliau juga tetap belajar dengan semangat yang berkobar-kobar. Hal itu juga lah yang menampik keluhan, yang melelehkan keluhan hati kami, yang akhirnya merelakan hati kami untuk belajar dengan penuh semangat dan mencintai almamater kami.

Tembok Berlin ke 2 di tanah palestina

Tembok berlin kedua di tanah palestina

Sebulan sudah rakyat palestina di jalur gaza menderita di tanah mereka sendiri, tetapi hampir 60 tahun rakyat palestina di jajah oleh kaum zionis yahudi dan pada saat itu pula kaum yahudi memproklamirkan kemerdekaan negaranya israel tanpa di akui secara de jure dan de facto. Selama 60 tahun itu pula rakyat palestina bertahan, bersabar, terhadap keacuhan negara-negara lain yang ada di dunia. Begitu banyak perlawanan yang telah dilakukan oleh rakyat palestina baik itu melalui jalur negoisasi hingga diplomasi, namun di mata dunia palestina adalah tanah yang tak berpenghuni bagi mereka layaknya sebuah tanah yang tidak ada surat-surat yang bersifat legal secara internasional.
Sebuah pertanyaan besar mengganjal pikiran kita pada saat ini, Konflik apakah yang terjadi antara israel dan palestina? Ada sebuah kelompok mengatakan bahwa konflik yang terjadi adalah konflik wilayah. Ada juga yang mengatakan bahwa konflik ini merupakan konflik agama. Kalau menurut saya pribadi, konflik yang terjadi adalah konflik agama dan konflik wilayah. Hal ini tertera pada kitab mereka dan tentunya sebagai alasan tentang konflik Israel dan Palestina. Di kitab tersebut menjelaskan bahwa mereka kaum yahudi di janjikan tanah yang luas dan subur, yang mana tanah tersebut berada di sebuah negara yang bernama Palestina. Di dalam kitab mereka juga mengatakan bahwa mereka adalah kaum yang diakui, sedangkan kaum-kaum yang lain adalah kaum yang pantas di pandang sebagai babi, anjing dan lainnya. Nah, jika mereka menginginkan tanah yang telah di sahkan sebagai hak milik palestina, tentunya kaum yahudi melakukan sebuah invasi atau pencaplokan wilayah dan menganggap itu adalah wilayah mereka. Islam memandang hal ini sebagai penyerangan terhadap kaum muslimin, karena tanah tersebut adalah tanah orang muslim palestina.
Jika kita kaji kembali bahwa negara israel yang di motori oleh kaum yahudi yang terkenal tamak dan haus akan kekuasaan merupakan bangsa yang tidak mempunyai tanah, mereka tidak di sukai, di kenal dan bahkan tidak di akui keadaannya di muka bumi ini. Di dalam Islam bangsa yahudi atau yang lebih di kenal dengan istilah bani israil merupakan kaum yang telah di asingkan oleh mesir, yakni oleh fir`aun. Mereka tidak di akui oleh fir`aun dan bahkan di jadikan budak oleh fir`aun sendiri dan kaum yahudi ini malah di jadikan sebuah bahan ejekan oleh para penguasa istana pada zaman fir`aun. Pada saat perang dunia ke dua dimana pada saat itu kaum yahudi terpencar di seluruh penjuru dunia tak terkecuali di benua Amerika, Eropa dan bahkan hingga ke Asia. Pada saat Adolf Hitler berkuasa di jerman, orang-orang yahudi di asingkan, di penjarakan, di jadikan budak dan bahkan di bunuh secara mengenaskan oleh tentara-tentara hitler. Tentunya kita bertanya-tanya akan mengapa kaum yahudi tidak pernah di terima di negara-negara dunia pada saat itu?
Pertanyaan itu merupakan teka-teki yang besar tentang keberadaan bangsa yahudi, jika kita lihat sejarah pada saat kaum yahudi di selamatkan nabi musa dari kejaran tentara fir`aun, kaum yahudi sangat bergantung sekali kepada nabi Musa AS. Sehingga mereka benar-benar menganggap bahwa nabi Musa merupakan utusan Allah SWT. Tetapi, apa yang terjadi pada saat mereka telah di selamatkan oleh nabi Musa AS? Mereka kembali kepada keyakinan mereka, kebudayaan mereka yang terdahulu. Hal ini membuat kita sebagai umat Rasullullah SAW seakan-akan kita telah di khianati oleh kaum yahudi, dimana nabi Musa AS adalah nabi sebelum Rasullullah SAW. Dari hal ini, tentunya kita dapat mengetahui bahwa kaum yahudi merupakan kaum yang tidak bisa di percaya. Mereka adalah kaum yang munafik, selalu mengkhianati semua orang. Sehingga muncul 10 perintah tuhan, yang oleh dunia lebih dikenal dengan istilah “ the Ten Commandoes “. Hal ini juga tampak pada kehidupan nyata pada saat perundingan-perundingan yang telah dilakukan untuk menciptakan perdamaian di tanah palestina.
Jika kita lihat dari peristiwa holocaust yang terkenal tersebut, dimana terjadi peristiwa yang memilukan terhadap bangsa yahudi. Bangsa yahudi yang berada di jerman telah di asingkan, di perbudak, di siksa dan bahkan di bunuh secara massal. Mengapa demikian? Hitler menganggap bahwa ras Arya, yang pada saat itu menurutnya ras yang paling berkuasa menganggap bahwa bangsa yahudi wajib di bunuh karena bangsa yahudi merupakan ras yang paling terbelakang. Atas prinsip tersebutlah seorang Adolf Hitler membunuh mereka semua.
Sejarah tentang kaum yahudi tampaknya telah meyakinkan kita bahwa orang-orang yahudi memiliki sifat khianat, jadi wajarlah jika bangsa yahudi tidak di sukai oleh orang-orang yang ada di dunia. Sebagai contoh, pada saat terbentuknya negara Zionist israel, rakyat palestina tidak menggangu gugat. Rakyat palestina hanya ingin hidup berdampingan dengan aman, tenteram dan damai. Namun apa yang terjadi sekarang? Yang dahulunya tanah israel hanya berada sekitar 1 % dari tanah palestina, sekarang hampir 90 % tanah palestina mereka kuasai dan bahkan dataran tinggi sinai yang merupakan wilayah mesir mau mereka rebut. Jadi, benar bahwa bangsa yahudi adalah bangsa yang suka mengkhianati orang lain.
Karena merasa di khianati, bangsa palestina tidak tinggal diam akan hal tersebut. Mulai dari tua hingga yang muda, pria dan wanita, hingga anak-anak juga tidak mau ketinggalan dalam hal mempertahankan tanah air mereka. Layaknya kita bangsa Indonesia yang telah di khianati oleh bangsa belanda dan di jajah pula oleh mereka, tentunya kita semua mempunyai prinsip merdeka atau mati. Oleh karena itu, rakyat palestina mengambil langkah-langkah secara diplomatis, dengan meminta bantuan kepada negara-negara islam yang berada di timur tengah. Seperti Arab Saudi, Iran, Kuwait, Qatar dan negara arab lainnya, dan bahkan Indonesia juga turut ikut campur dalam hal tersebut.
Ketika rakyat palestina sedang melakukan usaha tersebut, israel mulai mengambil langkah-langkah yang membuat mata dunia menjadi gusar dan kesal terhadap zionis israel. Mereka membangun tembok-tembok besar di sekitar perbatasanyang di lengkapi dengan persenjataan modern. Mereka juga membongkar Masjidil Aqso di jerussalem dengan iming-iming bahwa telah di gali terowongan-terowongan yang langsung mempunyai akses ke mesir. Bagaimana tidak rakyat palestina menggali terowongan untuk kelangsungan hidup mereka. Jika mereka ingin mendapat supply makanan hanya ada 3 jalur yang ada, melalui pelabuhan laut merah, melalui israel dan melalui perbatasan mesir. Tetapi, semua itu telah di jaga ketat oleh israel.
Langkah-langkah yang telah di lakukan israel tentang pembangunan tembok pengaman di sekitar perbatasan antara israel dan palestina tentunya mengingatkan kita tentang tembok berlin yang berada di jerman. Dimana tembok tersebut juga di dirikan untuk memisah 2 negara antara jerman barat dan jerman timur. Pada tahun 1990an tembok itu runtuh, tembok tersebut di hancurkan oleh pemuda-pemuda jerman yang menginginkan persatuan negara jerman. Para pemuda tersebut menginginkan penyatuan negara jerman. Lain halnya jika di Palestina, jika di palestina tembok tersebut di dirikan untuk memisahkan antara Palestina dan Zionis Israel, ada sebuah tembok pemisah di antara rakyat palestina.
Hamas dan Fatah, adalah 2 partai besar yang ada di palestina. Hingga saat ini Hamas dan Fatah mempunyai latar belakang perjuangan yang berbeda dan seharusnya mereka berjuang bersama-sama melawan penjajahan yang dilakukan oleh israel. Tetapi, karena cara perjuangan yang berbeda tersebut, hamas dan fatah memiliki perbedaan ideologi. Hamas tidak menyetujui perdamaian yang pro Amerika, sedangkan fatah sendiri sebaliknya, mereka seolah-olah patuh -terhadap kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Amerika terhadap konflik ini.
Tentunya rakyat palestina menginginkan negara mereka merdeka, mereka hanya ingin negara zionis israel angkat kaki dari tanah mereka. Mereka hanya ingin hidup berdampingan layaknya orang-orang yang ada di belahan dunia manapun. Anak-anak menginginkah kehidupan bermain seperti biasanya, tidak ada suara peluru ataupun bom-bom mortir yang jatuh ke rumah mereka. Para orang tua di palestina juga menginginkan keadaan ketika mereka bangun pagi tampak embun pagi yang menetes tanpa di ikuti oleh dentuman-dentuman peluru, lemparan mortir yang diakibatkan oleh konflik ini
Lengkingan suara vokalis band asal jerman, Scorpion. Tentu anda pasti tau bagaimana suaranya yang mengesankan, dengan suara khas tersebut Band ini menyuarakan angin perubahan tentang persatuan dan perdamaian yang ada di dunia. Melalui lagi wind of change Scorpion menginginkan perdamaian bukan hanya di jerman dan Palestina dan bahkan di seluruh dunia.

Senin, 13 April 2009

Gelombang Elektromagnetik


GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK (GEM)

adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium, dimana gelombang ini terjadi atas 2 buah perubahan yakni :

1. Karena adanya perubahan fluks magnetic , timbullah sebuah medan listrik

2. Karena fluks magnetic dapat menimbulkan medan listrik, pastinya fluks listrik akan menimbulkan sebuah medan magnet

Pada point 2, dikenal dengan hipotesa yang di buat oleh james clerk Maxwell yang di dasarkan atas percobaan yang di lakukan oleh :

  1. percobaan Oersted yang berhasil membuktikan : arus listrik dalam konduktor menghasilkan medan magnet disekitarnya (jarum kompas menyimpang bila di dekatkan pada kawat yang dialiri arus listrik)
  2. percobaan Faraday yang berhasil mebuktikan batang konduktor yang menghasilkan GGL induksi pada kedua ujungnya bila memotong medan magnet
  3. percobaan Faraday yang menunjukkan perubahan fluks magnetik pada kumparan menghasilkan arus induksi dalam kuparan tersebut

Menurut Maxwell apabila 2 buah perubahan tersebut di satukan dimana gelombang pada medan magnet dan gelombang pada medan listrik maka akan terjadi gelombang

A:\electromagneticwavefigure1.jpg

Dimana arah gelombang magnetic dan gelombang listrik menjadi sebuah gelombang transversal.

Sifat-sifat gelombang elektromagnetik

  1. Gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang tanpa medium
  2. merupakan gelombang transversal
  3. tidak memiliki muatan listrik sehingga bergerak lurus dalam medan magnet maupun medan listrik
  4. dapat mengalami pemantulan (refleksi), pembiasan (refraksi), perpaduan (interferensi), pelenturan (difraksi), pengutuban (polarisasi)
  5. Perubahan medan listrik dan medan magnet terjadi secara bersamaan, sehingga medan listrik dan medan magnet sefase dan berbanding lurus

Jenis Gelombang Elektromagnetik :

1. Text Box: Semakin kebawah gelombang, maka Frekuensi dan Amplitudo gelombang semakin besar Panjang gelombang semakin kecilGelombang radio

2. Gelombang tv

3. Gelombang Mikro

4. Infra merah

5. Cahaya tampak

6. Ultraviolet

7. Sinar X

8. Sinar gamma